Welcome to QIENAZONE. Thank you for visited my blogsite. Wish it will be useful for you guys. Leave a comment please ^^

Rabu, 09 Oktober 2013

RA Knee (Rheumatoid Arthritis)

,
A. Kerangka Berfikir

A.           Anamnesis
Pada anamnesis terapis akan menanyakan beberapa hal guna melengkapi data-data seperti keluhan utama, riwayat penyakit sekarang, riwayat penyakit dahulu, riwayat penyakit penyerta, riwayat pribadi dan status sosial, riwayat keluarga, dan hal-hal lain yang menunjang diagnosa.
Dalam kasus Rheumatoid Arthritis Knee (RA Knee) pasien biasanya mengeluhkan nyeri dan kaku pada lutut, kelelahan (fatigue), serta terkadang merasa panas dan berkeringat.
Bengkak juga dikeluhkan oleh pasien. Morning stiffness pada lutut merupakan tanda paling utama terjadinya peradangan pada sendi tersebut.
1.             Signs and Symptoms—Periods of Active Disease
a.             With synovial inflammation there is effusion and swelling of the joints, which cause aching and limited motion. Joint stiffness is prominent in the morning. Usually there is pain on motion; and a slight increase in skin temperature can be detected over the joints. Pain and stiffness worsen after strenuous activity.
b.             With progression, the joints become deformed and may ankylose or subluxate.
c.             Pain is often felt in adjoining muscles; and eventually muscle atrophy and weakness occur. Asymmetry in muscle strength and alterations in the line of pull of muscles and tendons add to the deforming forces.
d.            The person often experiences nonspecific symptoms such as low-grade, fever, loss of appetite and weight, malaise, and fatigue.
2.             Sub Acute and Chronic Stages of RA
As the intensity of pain, joint swelling, morning stiffness, and systemic effects diminish, the disease is considered subacute. Often medications can decrease the acute symptoms so the patient can function as if in the subacute stage. The chronic stage occurs between exacerbations. This may be very short in duration, or it may last many years.

B.            Pemeriksaan
1.             Inspeksi
Beberapa hal yang ditemukan saat pemeriksaan inspeksi pada pasien RA Knee:
a.             Inspeksi Statis
-          Pada kondisi akut akan tampak kemerahan pada area lutut akibat adanya reaksi inflamasi (peradangan)
-          Tampak adanya bengkak pada lutut
-          Pada kondisi kronis, ditemukan adanya deformitas ke arah valgus
b.             Inspeksi Dinamis
-          Hip and ankle involvement
-          Abnormal gait pattern
2.             Palpasi
a.             Pada kondisi akut terasa suhu lebih tinggi dibanding daerah tubuh yang lain.
b.             Pitting Oedema.

C.           Tes Khusus
1.             Ballotement Test
Efusi yang terjadi pada kondisi RA Knee disebabkan oleh penumpukan kristal arthropathy, hemofilia, dan infeksi. Tes ini positif jika ditemukan adanya bengkak besar (a large amount of swelling).
2.             Q-Angle (Quadriceps Angle)
Pemeriksaan khusus ini dilakukan untuk mengukur sudut antara tendon quadriceps dan tendon patellar. Ini berfungsi untuk mengetahui sejauh mana penyimpangan sudut tersebut yang menandakan terjadinya perubahan posisi normal lutut ke arah valgus maupun varus.
Cara melakukan pengukuran Q-Angle:
-                Temukan patella lalu tebali dengan spidol
-                Temukan titik tengah dari patella
-                Temukan titik tuberculum tibialis
-                Gambar garis lurus dari SIAS ke titik tengah patella, lalu gambar garis kedua yaitu garis dari tuberculum tibialis ke titik tengah patella, tarik sampai melewati patella
-                Ukur sudut di atas patella yang terbentuk dari dua garis tersebut menggunakan goneometer.
-                Q-Angle normal pada laki-laki biasanya 14° dan perempuan 17°
3.             Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan fisioterapi (physical examination) tidak selalu dapat mendeteksi terjadinya efusi pada sendi lutut yang mengalami arthritis. Pada kondisi ini diperlukan studi pemeriksaan lengkap untuk mengkonfirmasi ulang kebenaran hasil pemeriksaan serta menunjang pemeriksaan.
a.             Laboratory
-                 Blood Test
Tes darah dapat berguna dalam menunjukkan tingkat peradangan dan memantau respon terhadap terapi yang diberikan. Eritrosit Sedimentation Rate (ESR) merupakan salah satu penanda inflamasi paling terkenal dan menunjukkan apa yang telah terjadi selama beberapa hari terakhir atau lebih. Protein C-reaktif merespon lebih cepat terhadap perubahan dalam peradangan - biasanya dalam beberapa hari.
Sebuah tes biokimia spesifik yang mungkin berguna bagi asam urat serum, yang mungkin timbul pada gout, meskipun mungkin tidak dapat diandalkan selama episode akut.
Pengujian faktor rheumatoid, dan baru-baru ini digunakan anti-CCP (Cyclic Citrullinated Peptida) antibody test, misalnya, keduanya sering positif pada pasien dengan RA..
-                 Synovial Fluid Analysis
Cairan sinovial harus dikirim untuk culture dan gram staining. Positif jika cairan sinovial mengandung cristal-cristal dari penumpukan zat-zat inflamasi.
b.             Rontgen
Pemeriksaan rontgen dilakukan untuk melihat kondisi persendian lutut yang terjadi RA, serta penyimpangan sudut dari batasan normal.

D.           Intervensi
1.             Active Disease Period
a.             Educate the patient
Inform the patient on importance of rest, joint protection, energy conservation, and performance of ROM. Teach home exercise program.
b.             Relieve pain, muscle guarding and promote relaxation
-                 Modalities
-                 Gentle massage
-                 Immobilize in splint
-                 Relaxation techniques.
c.             Minimize joint stiffness and maintain available motion
Passive or active-assistive ROM within limits of pain, gradual progression as tolerated.


d.            Minimize muscle atrophy
Gentle isometrics in pain-free positions, progression to ROM when tolerated.
e.             Prevent deformity and protect the joint structures.
-                 Use of supportive and assistive equipment for all pathologically active joints.
-                 Good bed positioning while resting.
-                 Avoidance of activities that stress the joints.
f.              Precautions: Respect fatigue and increased pain; do not overstress osteoporotic bone or lax ligaments.
g.             Contraindications: Do not stretch swollen joints or apply heavy resistance exercise that cause joint stress.
2.             Sub Acute and Cronic
The treatment approach is the same as with any subacute and chronic musculoskeletal disorder, except appropriate precautions must be taken because the pathological changes from the disease process make the parts more susceptible to damage.
a.             To improve function, exercise should be aimed at improving flexibility, muscle performance, and cardiopulmonary endurance.
b.             Nonimpact or low-impact conditioning exercises such as swimming and bicycling, performed within the tolerance of the individual with RA, improve aerobic capacity and physical activity and decrease depression and anxiety. Group activities such as water aerobics also provide social support in conjunction with the activity.
Beberapa jenis modalitas yang dapat digunakan dalam pemberian intervensi RA Knee:
1.             Pain relief treatment:
a.             Hot pack atau hot-water bottle
b.             Cold pack (acut condition)
c.             Parrafin
d.            Rest and good quality sleep
e.             Injection steroid
2.             Electroterapeutic
a.             TENS (Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation)
Ini adalah teknik yang menggunakan arus listrik kecil untuk menghasilkan sensasi kesemutan. itu bertujuan untuk mengganggu sinyal pain dengan mengurangi sensitivitas ujung saraf di sumsum tulang belakang. Itu tidak membantu semua orang, tetapi beberapa orang merasa sangat efektif, terutama ketika rasa sakit adalah karena kerusakan saraf.
3.             Exercise
a.             Stretching Exercise
Membantu mengurangi rasa pegal dan nyeri.
b.             Stregthening Exercise
Penting karena tubuh mengandalkan otot untuk mendukung sendi dan menjaganya dalam posisi yang tepat ketika bergerak. Jika otot lemah, sendi bisa menjadi tidak stabil, dan ini bisa menyebabkan rasa sakit serta menimbulkan efek kompensasi sendi lainnya.
c.             General Fitness Exercise
Exercise sangat penting untuk semua orang. Ini tidak hanya dilakukan oleh mereka yang mengalami gangguan, tapi juga dilakukan untuk menjaga kesehatan serta meningkatkan kesehatan.
-          Swimming
-          Hydrotherapy
-          Walking
-          Cycling
-          Gym

4.             Knee and Walk Support
Berfungsi untuk menjaga stabilisasi lutut selama melakukan aktivitas serta menjaga kemandirian penderita.
5.             Diet
Mengurangi berat badan sangat penting untuk mengurangi ketegangan pada sendi. hal ini dapat dilakukan dengan mengkonsimsi makanan rendah gula, rendah lemak, dan melakukan exersice. Hindari beberapa jenis makanan yang mengandung lemak jahat seperti susu, keju, dan daging berlemak. Cobalah untuk mengkonsumsi lemak baik dengan mengkonsumsi minyak ikan setidaknya dua kali seminggu. Meningkatkan diet juga dapat dilakukan dengan banyak mengkonsumsi buah dan sayur. Omega 3 pada minyak ikan sangat membantu mengurangi peradangan pada arthritis.


REFERENSI

Evans, Ronald C. 2009. Ilustrated Orthopedic Physical Assessment Third Edition. Canada: Mosby Elsevier
Kisner, Carolyn. 2007. Terapeutic Exercise 5th Edition. Philadelphia: F. A. Davis Company
Research UK, Arthritis. 2011. Diet and Arthritis. UK: Arthritis Research UK
Research UK, Arthritis. 2011. Pain and Arthritis. UK: Arthritis Research UK
Research UK, Arthritis. 2011. Rheumatoid Arthritis. UK: Arthritis Research UK
Research UK, Arthritis. 2011. Self Help Daily Living: Keep Moving. UK: Arthritis Research UK
Research UK, Arthritis. 2011. Student Handbook. UK: Arthritis Research UK

0 comment to “RA Knee (Rheumatoid Arthritis)”

Poskan Komentar

 

QIENAZONE Copyright © 2011 | Template design by QIENAZ | Powered by Syauqinaa Sabiilaa